Senin, 31 Maret 2014

NTB Merajut Asa Melalui Konreg 2014

Mungkin tidak berlebihan jika judul postingan kali ini adalah "NTB Merajut Asa Melalui Konreg 2014", tapi begitulah adanya. Ajang Konsultasi Regional (Konreg) bukanlah semata-mata sebuah agenda pertemuan rutinitas tahunan, namun lebih dari sekedar siklus tahunan yang mengulang "perjuangan" daerah dalam melakukan perencanaan pembangunan. Bagi Randal NTB agenda konreg merupakan tantangan yang sangat besar dalam memberikan fasilitasi seluruh pelaku di NTB, harapan yang diemban oleh Randal NTB adalah harapan dari sepuluh kabupaten/kota se-NTB. 

Dan ketika harapan itu telah dibungkus dengan sebaik-baiknya wadah, sang pemilik asa pun masih menanyakan isi dan wadah yang mereka terima. Dan ketika senyum dikulum kepuasan itupun merasuki relung namun tak hanya sampai disitu karena "perjuangan" itu baru sebuah awalan. Lantas apa yang terjadi ketika wajah lesu dan kecewa yang menghampiri sang pemilik asa, yang pasti Randal NTB hanya bagian dari system yang terus berupaya untuk selalu menjadi penyeimbang dari harapan-harapan yang terpatri dari setiap pelaku pembangunan di Nusa Tenggara Barat. 

Randal NTB hanya meng-copy paste-kan semua harapan yang diduplikasikan dari para pelaku pembangunan, keputusan ada pada regulator pusat yang didasari pada kesiapan, komitmen dan pemenuhan substansi oleh dan dari daerah sendiri dalam hal ini Kabupaten/Kota sebagai sasaran program dan Satuan Kerja sektor sebagai pelaksana program.

Untaian redaksi diatas hanyalah sedikit gambaran dari upaya yang dilakukan oleh Randal NTB sebagai bagian dari siklus tahunan tersebut. Keberhasilan sebuah agenda Konreg bukanlah atas besaran proyek yang diperoleh, namun lebih pada capaian substansi Amanat Pembangunan Nasional maupun Amanat Pembangunan Bidang Cipta  Karya disamping Amanat Internasional yang harus diindahkan juga sebagai warga dunia. Arah kebijakan pembangunan untuk Keterpaduan bukanlah sebuah isu perencanaan namun sebuah nilai yang harus dicapai jika semua pelaku bersepakat untuk mengimplementasikan seluruh program secara terintegrasi dan terfokus menuju pembangunan yang bersih, bersinergi dan berkelanjutan. Manfaat yang diperoleh tentu untuk kesejahteraan daerah dan manfaat itu akan lebih besar dirasakan ketika Keterpaduan Program itu dapat diwujudkan dengan baik.

Konsultasi Regional (Konreg) Tahun 2014 diinisiasi oleh Sub Direktorat Bina Program DJCK Kementrian Pekerjaan Umum yang dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertaman berupa Pembukaan dan Arahan Program, Tahap kedua berupa Penyusunan dan Penajaman Program dan Tahap ketiga berupa Pelaporan dan Penutupan Konreg. Seluruh rangkaian Konreg telah dilaksanakan sepanjang Bulan Maret 2014. Pelaksanaan dan perwujudan hasil dari rangkaian agenda Konreg tersebut sangat bergantung pada daya dan upaya daerah khususnya Kabupaten/Kota dalam memenuhi konsekwensi logis berupa pemenuhan Readiness Criteria, komitmen DDUB dan keterpaduan program yang tercermin pada Dokumen RPI2JM.

Akhirnya tidak ada harapan yang tidak tercapai tanpa melalui upaya kerja keras dari seluruh pelaku pembangunan di daerah dan upaya kerja keras tersebut sangat bergantung pada kearifan lokal masing-masing daerah yang merupakan modal terbesar dalam mencapai harapan tersebut.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Jangan Lupa Klik "Suka" ya. Terima kasih !